HKTI Lumajang Salurkan Bantuan Pertanian dan Sembako, Kodim 0821 Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
Lumajang — Upaya penanganan darurat erupsi Gunung Semeru kembali diperkuat melalui kerja sama solid antara TNI dan relawan. Dipimpin oleh anggota Kodim 0821/Lumajang, Peltu Danang selaku Bati Tuud Koramil 0821/14 Pronojiwo, kegiatan penurunan bantuan logistik dari kendaraan pick up berlangsung lancar di Posko Erupsi Semeru, Desa Supiturang. Jumat (28/11/2025).
Bantuan tersebut berasal dari Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Lumajang, yang diketuai Bapak Jamal. Paket bantuan meliputi hasil pertanian segar, minyak goreng, dan susu—kebutuhan penting yang sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan warga terdampak erupsi.
Peltu Danang bersama unsur relawan bahu-membahu menurunkan seluruh logistik dengan cepat dan aman, memastikan tidak ada barang yang rusak maupun tertunda proses penyalurannya. Kegiatan ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lapangan antara aparat TNI dan komponen masyarakat sipil dalam menghadapi situasi darurat.
Perwira Seksi Logistik (Pasilog) Kodim 0821 Lumajang, Kapten Czi Suharsono, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan tambahan kekuatan penting bagi posko dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan dari DPC HKTI Lumajang. Bantuan ini memiliki nilai strategis karena langsung menjawab kebutuhan dasar warga terdampak. Seluruh barang akan kami distribusikan dengan terukur, cepat, dan tepat sasaran,” ujar Kapten Czi Suharsono.
Ia menambahkan, dukungan berbagai pihak seperti HKTI menjadi bukti bahwa kepedulian sosial di tengah bencana tetap hidup dan berkembang. Sinergi antara TNI, relawan, dan organisasi masyarakat disebutnya sebagai kunci kelancaran operasi kemanusiaan di wilayah Pronojiwo dan sekitarnya.
Dengan terus masuknya dukungan logistik, Kodim 0821 Lumajang memastikan bahwa pelayanan kepada warga terdampak erupsi Semeru dapat berlangsung optimal, sekaligus memperkuat upaya pemulihan di wilayah yang terdampak paling parah.(Pendim0821)